Dalam kajian filsafat, seorang pengkaji akan mendapati narasi-narasi besar yang berpengaruh pada masa sesudahnya. Periode modern yang dimulai dengan rasionalisme Descartes, dilanjutkan dengan empirisime Hume dan kritisisme Kant, diakhiri masa dengan idealisme Jerman, yang memunculkan Nietzsche dan menandai berakhirnya masa filsafat modern.
Tokoh idealisme Jerman terbesar pasca Kant adalah Hegel dengan idealisme absolutnya, satu generasi lebih muda dari Kant. Hegel dikenal dengan idealisme absolut yang dengannya dia mencoba merehabilitasi metafisika. Tulisan ini akan secara singkat memaparkan idealisme absolut menurut Hegel disertai beberapa penjelasan konsep kunci yang terkait dengannya.
utawi Hegel iku Idealisme Absolut
In 1 on Januari 5, 2010 at 7:42 amMENELUSURI AKAR PENYIMPANGAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN: Lebih Dekat dengan Rifa’ah Rafi’ al-Thahthawi
In 1 on November 18, 2009 at 7:05 pmTajuk diatas tidak dimaksudkan untuk mengidentifikasi Rifa’ah al-Thahthawi sebagai akar penyimpangan pemikiran Islam modern, sebagaimana kesan mula-mula. Judul ini lebih karena mengikuti judul buku darimana tulisan ini berasal. Artikel dibawah ini disarikan dari bagian awal buku yang ditulis Jamal Sulthan berjudul Judzur al-Inhiraf fi al-Fikr al-Islami al-Hadits. Pemilihan Rifa’ah al-Thahthawi kiranya dapat dimengerti. Dialah orang pertama dari masyarakat Muslim yang mula-mula berkenalan dan ”berguru” secara langsung kepada peradaban Barat. Dengan mengenal profilnya, diharapkan kita menjadi lebih sadar peradaban, secara internal maupun eksternal, dalam membaca apapun yang kita baca.

