“Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan al-qalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak ia ketahui.” (Al-‘Alaq:1-5)
Ada sebuah kisah menarik tentang tema yang ingin saya tulis kali ini. Fenomena ini diceritakan oleh seorang mahasiswa India asal Indonesia yang sedang mengurusi perpanjangan ijin tinggal di kantor imigrasi. Dia kebetulan duduk bersebelahan dengan seorang bule yang datang bersama keluarganya. Ketika penduduk luar India lain tampak ribut dan berbicara sendiri-sendiri, seluruh anggota keluarga ini tampak asyik membaca buku. Sang suami membaca “My Life”-nya Bill Clinton, istrinya membaca novel seorang ahli hukum John Grisham, sementara kedua anaknya membaca komik Archie. Pemandangan bule yang sedang asyik membaca merupakan fenomena umum yang tidak hanya terjadi di kantor imigrasi itu saja. Pendeknya, masyarakat Barat—yang awam, lebih-lebih yang terpelajar—telah terbiasa untuk menghabiskan waktu dengan membaca dan hal itu merupakan ciri masyarakat yang berbudaya.

