Al-Attas adalah sedikit dari segelintir intelektual Muslim kontemporer yang intelektualitasnya berakar kuat pada tradisi Islam. Berbeda dengan kebanyakan pemikir kontemporer lainnya yang banyak menggunakan proposisi Barat dalam menjelaskan pemikirannya, al-Attas menggunakan istilah-istilah yang telah mapan dalam tradisi keilmuan Islam. Hal ini—selain menunjukkan penghormatan yang mendalam pada Tradisi Islam di satu sisi—juga merujuk pada kematangan intelektual di sisi lain, mengingat pendidikan yang dijalaninya tidak hanya di lembaga-lembaga milik umat Islam. Dalam tulisan pendek ini, akan coba dipaparkan secara singkat biografi al-Attas dan pandangan al-Attas tentang worldview Islam, pendidikan dan tasawuf.
Pemaparan sejarah hidup seorang tokoh, sekalipun dengan singkat, menjadi hal yang tidak bisa dihindari dalam penulisan pemikirannya, karena hal itu erat berkelindan dengan pemikiran yang dituangkan dan aktifitas yang dijalani tokoh itu kemudian. Pemilihan tiga aspek dari pemikiran al-Attas didasarkan pada pandangan bahwa tiga hal itu sebagai sesuatu yang berkait erat dengan pikiran besar al-Attas tentang islamisasi ilmu pengetahuan. Kontribusi konkrit al-Attas dalam bidang pendidikan juga perlu dipaparkan, mengingat hal ini akan membuktikan bahwa ide-ide yang dituangkan al-Attas dalam buku-bukunya bukanlah ide utopis yang tidak bisa dicapai dalam realitas.
Read the rest of this entry »

