Robbani

Arsip untuk ‘Cinta’ Kategori

When a Man lost a Woman

Dalam Cinta di Desember 9, 2008 pada 9:34 am

Tanyakan pada laki-laki itu
pedihnya kehilangan orang
yang disayang, dia masih bertahan
dalam bisunya tapi air matanya
tak sanggup ditahannya lagi.

Tetapi… coba tanyakan padanya,
mengapa sudi dipecundangi cinta.
Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
menertawakan pertanyaanmu
yang dianggapnya bodoh,
lalu berkata, “Kalau kau pernah mengecap cinta,
kau tak akan pernah bertanya.”

ita gurukinayan

Gus dan Cinta

Dalam Cinta, Kuliah, Lora n Gus, Opini, Pesantren, Wanita di Februari 26, 2008 pada 12:20 pm

Tulisan ini ingin saya buat ketika saya membaca sebuah bagian menarik dari buku Greg Barton tentang biografi Gus Dur. Untuk lebih memperjelas bagian yang ‘memancing’ tulisan ini, ada baiknya saya kutipkan satu bagian itu saja. Bagian itu berbunyi “Terlebih lagi, ia tinggal dalam suatu dunia keagamaan yang secara nyata tidak menyetujui pemuda-pemuda yang cemerlang untuk bercinta dalam usia muda.” Selanjutnya, yang juga mengusik tulisan ini untuk muncul, Barton menulis, “Boleh dikatakan, semangat pemberontakan yang ada dalam dirinya disalurkan lewat kedekatannya yang sangat singkat dengan Islam radikal.”
Ada hal menarik yang-mungkin-spontan menarik perhatian saya dari dua bagian dari buku Barton itu. Hal itu adalah dunia keagamaan (dalam konteks ini adalah pesantren tradisional), pemuda-pemuda yang (dianggap) cemerlang (atau setidaknya berpotensi untuk hal itu), cinta (ada yang perlu definisi ), dan usia muda. Kemudian yang menarik dari kutipan bagian kedua adalah semangat pemberontakan jika dikaitkan dengan hal-hal yang tadi disebut.
Baca entri selengkapnya »

المحبة الافلاطونية والارسطية

Dalam Bahasa Arab, Cinta, Opini di September 13, 2007 pada 5:19 am

هما منسوبتان الى فيلاسوفان قديمين من فلاسفة اليونان، أفلاطون وأرسطوطاليس. ونسبة المحبة اليهما تعني المحبة مع فكرتهما المشهورة، وهي الفلسفة المثالية (idealism) لأفلاطون والفلسفة التجريبية (empiricism) لأرسطو. فالمحبة الأفلاطونية هي المحبة التي لا تحتاج الى اللقاء الظاهر وانما يحتاج الى الفكر في المحبوب. فان الاصل لكل شيئ عند هذا المذهب هو ما في عالم الفكرة. واما المحبة الأرسطية فهي التي لا بد لها من اللقاء الظاهر بمعنى ان من أحب بهذه المحبة الارسطية يحتاج الى المحاولات الظاهرية يوصلها الى محبوبه مثل النظر اليه وغيره.
Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.