Tanyakan pada laki-laki itu
pedihnya kehilangan orang
yang disayang, dia masih bertahan
dalam bisunya tapi air matanya
tak sanggup ditahannya lagi.
Tetapi… coba tanyakan padanya,
mengapa sudi dipecundangi cinta.
Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
menertawakan pertanyaanmu
yang dianggapnya bodoh,
lalu berkata, “Kalau kau pernah mengecap cinta,
kau tak akan pernah bertanya.”
ita gurukinayan

