Robbani

Arsip untuk ‘Opini’ Kategori

Korupsi di Sekitar Kita

In Indonesia, Korupsi, Opini on Oktober 1, 2008 at 3:52 am

Apakah korupsi itu? Secara sederhana korupsi adalah manipulasi dan penyimpangan yang dilakukan untuk kepentingan sepihak dengan mengorbankan kepentingan umum atau kepentingan orang yang berhak.
Bahwa korupsi merugikan negara sudah banyak disadari orang, tapi bahwa ia bahkan dapat merendahkan martabat manusia dan kemanusiaan merupakan suatu hal yang seringkali tidak terlalu diperhatikan, terutama di lingkungan di mana korupsi sudah menjadi begitu umum.
Read the rest of this entry »

Migrasi dari Windows ke Mac

In OS, Opini on Juli 11, 2008 at 11:03 am

Sudah tiga bulan terakhir ini saya berpindah dunia. Ya, sejak awal April lalu saya berpindah ke Mac OS. Dulu saya tidak mengenal dunia komputer selain Windows. Maklum, selain karena memang saya hanyalah pengguna, sistem operasi Windows dulu—dan sampai sekarang—terlalu dominan untuk disaingi OS lain. Sebelum ini, saya sudah pernah mencicipi Linux OS versi Ubuntu di sebuah warung internet. Tapi tampilan antar mukanya masih Windows banget, sehingga saya tidak merasa keluar dari dunia Windows.
Nah, kurang lebih akhir bulan Maret lalu, ada suatu hal yang mengharuskan saya mencari ganti perangkat lama saya yang menggunakan Windows. Untuk mencari pasangan baru, referensi-referensi saya kumpulkan dari koran, tabloid, dan—pastinya—internet. Dan tidak terlalu mengejutkan bahwa sebagian besar perangkat yang ditawarkan ber-OS Windows. Setelah mendapat referensi yang cukup saya putuskan untuk mencari.
Read the rest of this entry »

سنتري وطالب جامعي

In Bahasa Arab, Kuliah, Opini, Pesantren on Maret 9, 2008 at 8:58 am

لم أكن محدّدا كلمة سنتري—في هذه الكتابة—بمعناه الضيق كما عرفه جرتز في كتابه “الدين الجاوي” الذي هو—كما في تعريفه—احد العناصر في ثلاثية المجتمع الجاوي، ولم أكن مدعيا ايضا معنى سنتري كما بيّنه احد المشايخ أنه—بزيادة أل التعريف—من يعتصم بحبل الله المتين، الى اخر ما قاله (لمزيد المعرفة على هذا التعريف الاخير، اضغط هنا)
وإنما أريد هنا معناه السهل الواسع. وهو من تعلّم—او لم يزل متعلما—في المعاهد الاسلامية—التي تعرف بأرض جاوه باسم فسانترين—وفي نفس الوقت هو اعتبر نفسه سنتريا.
Read the rest of this entry »

Gus dan Cinta

In Cinta, Kuliah, Lora n Gus, Opini, Pesantren, Wanita on Februari 26, 2008 at 12:20 pm

Tulisan ini ingin saya buat ketika saya membaca sebuah bagian menarik dari buku Greg Barton tentang biografi Gus Dur. Untuk lebih memperjelas bagian yang ‘memancing’ tulisan ini, ada baiknya saya kutipkan satu bagian itu saja. Bagian itu berbunyi “Terlebih lagi, ia tinggal dalam suatu dunia keagamaan yang secara nyata tidak menyetujui pemuda-pemuda yang cemerlang untuk bercinta dalam usia muda.” Selanjutnya, yang juga mengusik tulisan ini untuk muncul, Barton menulis, “Boleh dikatakan, semangat pemberontakan yang ada dalam dirinya disalurkan lewat kedekatannya yang sangat singkat dengan Islam radikal.”
Ada hal menarik yang-mungkin-spontan menarik perhatian saya dari dua bagian dari buku Barton itu. Hal itu adalah dunia keagamaan (dalam konteks ini adalah pesantren tradisional), pemuda-pemuda yang (dianggap) cemerlang (atau setidaknya berpotensi untuk hal itu), cinta (ada yang perlu definisi ), dan usia muda. Kemudian yang menarik dari kutipan bagian kedua adalah semangat pemberontakan jika dikaitkan dengan hal-hal yang tadi disebut.
Read the rest of this entry »

Kuliah di Perguruan Tinggi

In Indonesia, Kuliah, Opini, Pesantren on Januari 22, 2008 at 5:17 am

Melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, bagi sebagian besar masayarakat Indonesia, apapun latar belakang sosialnya, kini, telah menjadi sejenis keharusan. Entah bagaimana, hal ini seolah-olah menjadi suatu hal yang begitu tak terhindarkan saat ini. Dalam beberapa kasus, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berarti usaha penjaminan masa depan setidaknya dari dua segi, finansial dan sosial. Yang pertama berarti bahwa dengan memasuki perguruan tinggi—khususnya yang bersifat keahlian—seseorang akan diharapkan untuk memiliki keahlian yang kelak akan menjamin masa depannya kelak. Dari segi sosial, menjadi seorang mahasiswa memiliki dampak yang yang tidak sedikit bagi masyarakat kita, karena, entah begaimana, dia dianggap sebagai orang terdidik yang memiliki ’kelas tersendiri’ di tengah masyarakat.
Read the rest of this entry »

Nuzulul Quran dan Tradisi Baca-Tulis

In Ilmu Al-Quran, Indonesia, Muslim, Opini on September 23, 2007 at 2:25 am

“Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan al-qalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak ia ketahui.” (Al-‘Alaq:1-5)

Ada sebuah kisah menarik tentang tema yang ingin saya tulis kali ini. Fenomena ini diceritakan oleh seorang mahasiswa India asal Indonesia yang sedang mengurusi perpanjangan ijin tinggal di kantor imigrasi. Dia kebetulan duduk bersebelahan dengan seorang bule yang datang bersama keluarganya. Ketika penduduk luar India lain tampak ribut dan berbicara sendiri-sendiri, seluruh anggota keluarga ini tampak asyik membaca buku. Sang suami membaca “My Life”-nya Bill Clinton, istrinya membaca novel seorang ahli hukum John Grisham, sementara kedua anaknya membaca komik Archie. Pemandangan bule yang sedang asyik membaca merupakan fenomena umum yang tidak hanya terjadi di kantor imigrasi itu saja. Pendeknya, masyarakat Barat—yang awam, lebih-lebih yang terpelajar—telah terbiasa untuk menghabiskan waktu dengan membaca dan hal itu merupakan ciri masyarakat yang berbudaya.

Read the rest of this entry »

المحبة الافلاطونية والارسطية

In Bahasa Arab, Cinta, Opini on September 13, 2007 at 5:19 am

هما منسوبتان الى فيلاسوفان قديمين من فلاسفة اليونان، أفلاطون وأرسطوطاليس. ونسبة المحبة اليهما تعني المحبة مع فكرتهما المشهورة، وهي الفلسفة المثالية (idealism) لأفلاطون والفلسفة التجريبية (empiricism) لأرسطو. فالمحبة الأفلاطونية هي المحبة التي لا تحتاج الى اللقاء الظاهر وانما يحتاج الى الفكر في المحبوب. فان الاصل لكل شيئ عند هذا المذهب هو ما في عالم الفكرة. واما المحبة الأرسطية فهي التي لا بد لها من اللقاء الظاهر بمعنى ان من أحب بهذه المحبة الارسطية يحتاج الى المحاولات الظاهرية يوصلها الى محبوبه مثل النظر اليه وغيره.
Read the rest of this entry »

Membela Kebebasan, Advokasi untuk Wanita—yang telah atau ingin—bercadar

In Opini, Wanita on Agustus 17, 2007 at 8:45 am

Manusia terlahir dengan kebebasan yang built in dalam dirinya. Kebebasan ini dalam banyak hal berarti keleluasaan untuk membuat pilihan. Dalam kondisi normal seseorang akan memilih hal-hal yang dia anggap baik, atau setidaknya tidak membuat dia merasa tidak nyaman. Pilihan yang dilakukan seharusnya pilihan yang benar-benar dia inginkan, sekalipun hal itu tampak berbeda dengan pilihan kebanyakan orang. Namun sayangnya hal ini rupanya tidak terjadi pada masyarakat Indonesia—di sekitar saya.

Read the rest of this entry »

Pesantren dan Suksesi Kepemimpinan

In Opini, Pesantren on Juli 31, 2007 at 12:52 pm

Pesantren, dalam sejarahnya, tidak lepas dari sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren menjadi lembaga ’penyedia’ penerus estafet dakwah Islam. Sebagai pusat penyebaran Islam—untuk menyebutnya demikian—peran utama pesantren terletak terutama pada kemampuannya untuk mengenalkan Islam pada masyarakat luas. Dalam ’pemasyarakatan’ Islam, ia terbilang cukup berhasil. Bahwa mayoritas masyarakat Indonesia, terutama masyarakat pedesaan, berislam dengan ”Islam pesantren” kiranya cukup menjadi bukti keberhasilan islamisasi ala pesantren.
Read the rest of this entry »