Robbani

Membela Kebebasan, Advokasi untuk Wanita—yang telah atau ingin—bercadar

In Opini, Wanita on Agustus 17, 2007 at 8:45 am

Manusia terlahir dengan kebebasan yang built in dalam dirinya. Kebebasan ini dalam banyak hal berarti keleluasaan untuk membuat pilihan. Dalam kondisi normal seseorang akan memilih hal-hal yang dia anggap baik, atau setidaknya tidak membuat dia merasa tidak nyaman. Pilihan yang dilakukan seharusnya pilihan yang benar-benar dia inginkan, sekalipun hal itu tampak berbeda dengan pilihan kebanyakan orang. Namun sayangnya hal ini rupanya tidak terjadi pada masyarakat Indonesia—di sekitar saya.

Banyak sekali tatapan aneh yang diarahkan pada seorang wanita bercadar. Hal ini, sekalipun bagi sebagian mereka adalah uji keimanan dan, karenanya, bukan masalah, namun dalam banyak kasus stigma masyarakat secara umum terhadap wanita bercadar telah ‘memaksa’ sebagian yang lain untuk tidak melakukan hal itu demi menghindari labelling masyarakat.
Hal itu, dalam tingkatan yang berbeda, dialami oleh teman saya yang berkali-kali mengungkapkan keinginannya untuk memakai pakaian yang tertutup namun terpaksa tidak dia lakukan demi menghindari banyak hal yang pada gilirannya dikhawatikan akan membuat dia merasa tidak nyaman dengan sekelilingnya.
Kebebasan untuk membuat pilihan rupanya masih menjadi barang mewah bagi masyarakat kita, jika pilihan itu berbeda dengan kebanyakan orang. Seorang mahasiswa yang rajin meneriakkan kebebasan dapat berubah menjadi orang yang intoleran ketika dia berhadapan dengan seseorang yang berbeda baju—dalam pengertian fisik atau non-fisik—dengannya. Baju, rupanya, sering menjadi standar awal dan kemudian—dalam kasus yang tidak sedikit—penentu penilaian seseorang terhadap orang lain.
Dalam permasalah bercadar misalnya……………….

bersambung…

  1. apa semua orang kalau menurut saya rasanya bercadar ataupun tidak itu sah sah saja akan tetapi islamtidak mewajibkan halitu bukankah cadar hanya wajib bagi istri baginda rasul iya bukan????

  2. tepat sekali, tapi kalaupun seorang wanita memilih bercadar masyarakat tidak perlu memandangnya dengan ‘aneh’

  3. walaupun saya suka kak, tapi tetap saja wanta bercadar itu menurut saya aneh. ANEH di jaman yg bergelimang aurat ini masih ada wanita yang tegus memegang kehormatannya (dengan bercada) hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: