Robbani

Archive for the ‘Makalah’ Category

Membaca Bacaan Kontemporer: Sekedar Catatan atas Pemikiran Muhammad Syahrur

In agama, Ilmu Al-Quran, Makalah, Muslim, Tokoh on Oktober 10, 2010 at 12:10 am

Kurang lebih dalam lima dekade terakhir, terdapat kecenderungan baru dalam studi Islam, khususnya studi Al-Quran. Kecenderungan baru ini adalah mulai dikenalnya pendekatan-pendekatan baru dalam studi Al-Quran yang sebelumnya tidak dikenal dalam tradisi panjang penafsiran Al-Quran. Metodologi-metodologi yang sebelumnya hanya dikenal dalam tradisi sains dan filsafat Barat mulai digunakan dalam ”membaca” Al-Quran. Fase ini oleh beberapa kalangan disebut sebagai fase ”kontemporer” (mua’shirah), untuk membedakannya dengan fase modern (haditsah) yang merupakan era tafsir Muhammad Abduh hingga Sayyid Quthb,1 yang ditandai dengan semangat untuk mengkontekstualisasi hasil pembacaan Al-Quran dengan kondisi kekinian namun—sampai tahap tertentu—tetap menggunakan cara baca lama. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Hantu Ideologis dalam Kajian Agama

In agama, Barat, Makalah on Maret 27, 2010 at 8:29 am

Sains agama , yang dalam pengertian modern diperkenalkan oleh Max Muller, adalah upaya untuk membaca agama secara saintifik. Suatu hal yang tidak mengejutkan ditengah gelombang saintifisme dan positivisme abad 19. Agama yang secara awam dipahami sebagai sesuatu yang terkait dengan metafisik diperlakukan dengan cara yang sama sebagaimana ilmu alam. Diilhami oleh Goethe yang mengatakan “He who knows one knows none” (Muller: 1882, 12), Muller menawarkan suatu pendekatan baru dan objektif terhadap agama (dan agama-agama), alih-alih pendekatan lama para teolog yang cenderung mengunggulkan agama sendiri atas agama lain.
Untuk menjustifikasi hal ini, dia memberikan analogi sederhana. Apa yang disebut sebagai sains agama ini haruslah bekerja sebagaimana sains-sains yang lain, yaitu mengumpulkan ragam fakta untuk kemudian dilakukan konseptualisasi teori berdasarkan fakta-fakta yang terkumpul. Fakta-fakta dalam penelitian agama adalah kebiasaan, ritual, dan kepercayaan. Sebagaimana biologi dan kimia berusaha menjelaskan bagaimana alam bekerja, sains agama juga berupaya untuk menjelaskan bagaimana cara kerja agama, dalam makna seluas-luasnya (Pals: 1996, 4). Dengan demikian dia berusaha menjadikan studi agama sebagai kajian yang objektif dan terlepas dari kepentingan subjektif agama tertentu, sebagaimana sains dibayangkan demikian. Tulisan ini merupakan ringkasan tulisan seorang sarjana Barat yang mengungkapkan bahwa ada hubungan antara sekularisme, studi agama, dan agenda Barat secara umum.
Baca entri selengkapnya »

Teori Kritis, Adorno, dan Habermas

In Barat, Filsafat, Makalah, teori kritis, Tokoh on Maret 10, 2009 at 1:03 am

Teori kritis adalah sebutan untuk orientasi teoritis tertentu yang bersumber dari Hegel dan Marx, disistematisasi oleh Horkheimer dan sejawatnya di Institut Penelitian Sosial di Frankfurt, dan dikembangkan oleh Habermas. Secara umum istilah ini merujuk pada elemen kritik dalam filsafat Jerman yang dimulai dengan pembacaan kritis Hegel terhadap Kant. Secara lebih khusus, teori kritis terkait dengan orientasi tertentu terhadap filsafat yang ”dilahirkan” di Frankfurt.
Sekelompok orang yang kemudian dikenal sebagai anggota Mazhab Frankfurt adalah teoritisi yang mengembangkan analisis tentang perubahan dalam masyarakat kapitalis Barat, yang merupakan kelanjutan dari teori klasik Marx. Mereka yang bekerja institut penelitian ini diantaranya Max Horkheimer, Theodor Adorno, Herbert Marcuse dan Erich Fromm di akhir tahun 20-an dan awal tahun 30-an. Setelah berpindah ke Amerika Serikat karena tekanan Nazi, para anggota Mazhab Frankfurt menyaksikan secara langsung budaya media yang mencakup film, musik, radio, televisi, dan budaya massa lainnya. Di Amerika saat itu, produksi media hiburan dikontrol oleh korporasi-korporasi besar tanpa ada campur tangan negara. Hal ini memunculkan budaya massa komersial, yang merupakan ciri masyarakat kapitalis dan, kemudian, menjadi fokus studi budaya kritis. Horkheimer dan Adorno mengembangkan diskusi tentang apa yang disebut ”industri kebudayaan” yang merupakan sebutan untuk industrialisasi dan komersialisasi budaya dibawah hubungan produksi kapitalis.
Tokoh lain yang kemudian menjadi identik dengan teori kritis adalah Jurgen Habermas. Dia bergabung dengan Institut Penelitian Sosial di universitas Frankfurt, yang didirikan kembali oleh Horkheimer dan Adorno, pada dekade pasca perang dunia kedua. Tulisan ini berusaha memaparkan teori kritis dengan membaca pikiran Adorno dan Habermas. Yang pertama mewakili generasi ’pendiri’ teori kritis, sedang yang kedua adalah penerus yang membaca dan mengkontekstualisasi ulang teori kritis di zaman yang lazim di sebut posmodern. Sebagai pengantar akan lebih dahulu dipaparkan posisi teori kritis dalam konteks pemikiran filsafat.
Baca entri selengkapnya »

Bangsamoro, Minoritas Muslim Filipina

In Area Studies, Bangsamoro, Islam, Makalah, Muslim on Februari 7, 2009 at 6:35 am

Tidak seperti tetangganya, Muslim Filipina adalah minoritas. Penduduk Filipina menurut perkiraan tahun 2002 berjumlah 84.525.639 orang yang tersebar di lebih dari tiga ratus pulau berpenduduk dan berbicara menggunakan delapan puluh tujuh dialek lokal. Dari jumlah itu hanya sekitar lima persen yang tercatat sebagai Muslim. Hal ini berdampak pada kondisi sosio-politik Muslim Filipina. Secara politik mereka tidak bisa menentukan pilihan politiknya, demikian pula secara sosial.
Tanpa berpretensi melakukan kajian ekstensif, tulisan sederhana ini mencoba mendeskripsikan Bangsamoro, yang merupakan sebutan bagi umat Islam yang tinggal di Filipina bagian selatan. Tulisan ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menyediakan informasi yang relevan seputar kedatangan Islam ke Filipina, terutama bagian selatan, yang kemudian membentuk apa yang kemudian disebut Bangsamoro. Bagian kedua menjelaskan kondisi Muslim di Filipina selatan, terutama dalam hubungannya dengan pemerintah Manila.
Baca entri selengkapnya »

Auguste Comte dan Positivisme

In Barat, Filsafat, Makalah, Positivisme on Februari 7, 2009 at 6:24 am

Bagi kalangan awam kata ’positif’ lebih mudah dimaknai sebagai ’baik’ dan ’berguna’ sebagai antonim dari kata negatif. Pemahaman awam ini bukannya tanpa dasar, karena jika kita membaca, misalnya, kamus saku Oxford kita akan menemukan ’baik’ dan ’berguna’ dalam daftar makna untuk kata positive.[1] Dalam terma hukum, kita terbiasa mendengar hukum positif yang sering diperlawankan dengan hukum agama, hukum adat dan hukum-hukum yang lain. Hukum positif berarti hukum, dan juga hukuman, yang dibuat dan dilaksanakan oleh manusia dan berdasar rasionalitas. Disini, kata positif dimaknai secara berbeda. Tapi, arti ini, sekali lagi, tidak bertentangan dengan makna leksikal dari kata ini. Dalam kamus saku Oxford, makna jelas adalah arti kelima bagi kata positive.
Dalam konteks epistemologi, kata positive, yang pertama kali digunakan Auguste Comte, berperan vital dalam ”mengafirkan” filsafat dan sains di Barat, dengan memisahkan keduanya dari unsur agama dan metafisis, yang dalam kasus Comte berarti mengingkari hal-hal non-inderawi.[2] Hal ini, yang kemudian berkembangan menjadi paradigma positivistik ini, merasuk ke perkembangan saintifik, dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu humaniora. Tulisan pendek ini akan mencoba memaparkan Auguste Comte dan positivisme yang diperkenalkannya.

Baca entri selengkapnya »

S.M.N. Al-Attas

In Makalah, Muslim, Tokoh on Januari 26, 2009 at 10:58 am

Al-Attas adalah sedikit dari segelintir intelektual Muslim kontemporer yang intelektualitasnya berakar kuat pada tradisi Islam. Berbeda dengan kebanyakan pemikir kontemporer lainnya yang banyak menggunakan proposisi Barat dalam menjelaskan pemikirannya, al-Attas menggunakan istilah-istilah yang telah mapan dalam tradisi keilmuan Islam. Hal ini—selain menunjukkan penghormatan yang mendalam pada Tradisi Islam di satu sisi—juga merujuk pada kematangan intelektual di sisi lain, mengingat pendidikan yang dijalaninya tidak hanya di lembaga-lembaga milik umat Islam. Dalam tulisan pendek ini, akan coba dipaparkan secara singkat biografi al-Attas dan pandangan al-Attas tentang worldview Islam, pendidikan dan tasawuf.
Pemaparan sejarah hidup seorang tokoh, sekalipun dengan singkat, menjadi hal yang tidak bisa dihindari dalam penulisan pemikirannya, karena hal itu erat berkelindan dengan pemikiran yang dituangkan dan aktifitas yang dijalani tokoh itu kemudian. Pemilihan tiga aspek dari pemikiran al-Attas didasarkan pada pandangan bahwa tiga hal itu sebagai sesuatu yang berkait erat dengan pikiran besar al-Attas tentang islamisasi ilmu pengetahuan. Kontribusi konkrit al-Attas dalam bidang pendidikan juga perlu dipaparkan, mengingat hal ini akan membuktikan bahwa ide-ide yang dituangkan al-Attas dalam buku-bukunya bukanlah ide utopis yang tidak bisa dicapai dalam realitas.
Baca entri selengkapnya »

الجبرية

In Bahasa Arab, Makalah, Teologi on Mei 12, 2008 at 3:37 pm

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله الذي انزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا، ولم يجعل لخلقهم على معاصيهم تعللا ولا حججا، أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له شهادة تنجي شاهدها من حر الجحيم لججا، وأشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وصفيه ومجتباه الذي ارسله الى كافة الثقلين بشيرا ونذيرا وسراجا، اللهم صل عليه وآله وصحبه وأهل بيته الذين كشفوا من الامور هجاجا، وسلم تسليما،
وبعد
فان قضية الجبر والاختيار في الافعال الانسانية ليس مسألة تساءل عنها المسلمون فقط بل هي مسألة تمس البشرية اجمع، فمن محتج بالجبر على المعاصي التي اقترفها، ومن مدع حرية الانسان حتى نفى معه تمام القدرة الإلهية. فلا بد مع هذه الحقيقة ان نستفهم التعاليم القرآنية والنبوية التي هما من بين منابيع الهدى اصفاها ومن بين جوامع الكلم ابلغها وارقاها، فهما الامرين المعني بهما في قول النبي صلى الله عليه واله وسلم تركت فيكم أمرين لن تضلوا ابدا ما تمسكتم بهما.
فنرى ان نبحث في هذه المقالة المتواضعة قضية الجبر، نتكلم فيها اولا عن لفظ الجبر واشتقاقه لغة ثم اصطلاح الجبرية وما اليه من مصطلاحات. ثم اردفنا في الباب الثاني بالبحث عن مسألة الجبر خارج الاسلام، تكلمنا فيه عن جبرية العرب قبل الاسلام و جبرية اليهود وجبرية النصارى. ثم ننهي بالباب الثالث بالتكلم عن الجبرية في المسلمين. نبدأ بالبحث عن نشأة الجبرية ثم المعني بالجبرية ثم أفكارهم والرد عليها ثم آثار اعتقادهم.
فهذا ما تضمنته هذه المقالة، فلا نحن ندعي ان هذه المقالة قد بلغت ذروتها—بل هي عن الكمال بعيدة—لكن نرجو مع هذا ان يكون نافعا لنا ولمن هو معنا في هذه الدار الفانية. والله نسأل ان يعطينا جميع الخيرات في الحياة وبعد الممات، وان يجعل هذه في ميزان حسناتنا يوم القيامة وميزان حسنات احبابنا ووالدينا ومشايخنا والجميع.
Baca entri selengkapnya »

Komunikasi Intrapersonal: Sebuah Pengantar

In 1, Islam, Makalah on Maret 30, 2008 at 5:33 am

PENDAHULUAN

Sebagai makhluk yang berpikir dan, karenanya, berbicara, komunikasi bagi manusia merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Komunikasi baginya adalah sarana untuk berinteraksi dengan ”yang diluar dirinya”. Terlebih saat ini, dengan percepatan teknologi tanpa henti, utamanya teknologi informasi, komunikasi adalah sebuah keniscayaan.
Dalam pengertian sederhana, komunikasi dapat diartikan sebagai penyampaian ”sesuatu yang sama” dari ”satu pihak” kepada ”pihak lain”. Dari sini, setidaknya, ada empat hal yang dibutuhkan dalam komunikasi; penyampaian atau yang dapat dipahami sebagai proses komunikasi; sesuatu yang sama atau pesan yang ingin disampaikan; pihak pertama (komunikator) yang berkepentingan untuk menyampaikan pesan dimaksud; dan pihak kedua (komunikan) yang menjadi tujuan penyampaian pesan. Dengan analisis yang lebih mendalam dapat diketahui bahwa pesan yang merupakan inti komunikasi terdiri dari dua aspek; isi pesan yang ingin disampaikan (the content of the message) dan lambang yang dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan tersebut (symbol).
Baca entri selengkapnya »

الفصاحة والبلاغة

In Bahasa Arab, Balaghahٍ, Makalah on Oktober 29, 2007 at 3:54 am

بسم الله الرحمن الرحيم

التقديم

الحمد لله الذي لا ينسى من ذكره والحمد لله الذي لا يخيب من رجاه والحمد لله الذي لا يكل من توكل عليه الى غيره والحمد لله الذي هو ثقتنا حين تنقطع عنا الحيل والحمد لله الذي هو رجاؤنا حين يسوء ظننا بأعمالنا والحمد لله الذي يكشف عنا ضرنا بعد كربتنا والحمد لله الذي يجزي بالاحسان احسانا والحمد لله الذي بالصبر نجاة
والصلاة والسلام على حبيبه المصطفى وصفوته المجتبى وعلى آله وصحبه واهل بيته اجمعين. اما بعدُ
فهذه المقالة القصيرة يبحث فيها عن الشيئين الاساسيين في علم المعاني والبيان وهما الفصاحة والبلاغة. ومعرفتهما قبل تعلم علم المعاني والبيان والبديع—التي هي من جواهر البلاغة—بمنزلة الباب من البيت، فلا يسمح لاحد ان يدخل البيت الا بعد ان يمر الباب الذي دخل منه اليه. فلا بد لكل مريد علم البلاغة ان يعرف هذان الاصطلاحان وما يحويانه من المعاني والانواع، لكي يتوسل بمعرفتها الى التعمق في علم البلاغة ثم الى غايتها القصوى وهي فهم معاني القرآن والتعرف لاعجازه وفقه جوامع الكلم النبوية والعلم بمزاياها.
فالله أسأل ان يتم هذا وان يكمله وان يجعله في ميزان حسناتنا ومحبينا وان يحشرنا جميعا تحت لواء سيدنا محمد صلى الله عليه واله وسلم يوم القيامة بمحض فضله وكرمه انه ولي التوفيق عليه وبالاجابة جدير.
Baca entri selengkapnya »